Selasa, 14 Agustus 2012
Mudik
Akan tetapi mudik menjelang lebaran tetap yang paling istimewa. Bahkan disaat 2 hari menjelang perjalanan mudik saya ini, seperti sudah tercium aroma hiruk-pikuk Bandara Juanda, keruwetan lalu lintas Surabaya-Sidoarjo, hingga aroma khas ketupat beserta segala pelengkapnya.
Selamat mudik semua...
Rabu, 23 Mei 2012
Antara Aku, Kamu dan Sego Bebek
Sebuah koneksi yang cukup unik, ketika tanpa kami sadari hampir dalam setiap perjumpaan kami selalu diselingi dua porsi sego bebek ditemani lalapan dan sambal yang menggugah selera. Mulai dari yang tersaji di Rumah Makan Malioboro sampai yang tersaji "ala kadarnya" di Warung Kakilima Cabang Purnama atau bahkan yang iseng kami temui di pinggir jalan yang kami lewati.
Gurihnya bebek goreng ditemani pedasnya sambal selalu sukses menemani kami bercerita mulai dari nostalgia masa-masa kuliah, hiruk pikuk pekerjaan masing-masing, intrik dunia politik negeri ini, sampai gosip-gosip terkini dunia selebritis dan tentunya tentang mahalnya biaya pernikahan. Hm....
*jadi ngiler ngeliat gambarnya..
Rabu, 09 Mei 2012
The Dream Bos
Bukan seorang yang memiliki tingkat intelejensi yang tinggi
Bukan seorang dengan pembawaan berwibawa
Bukan seorang yang ramah dan murah senyum
Tapi atasan yang baik itu
Seorang yang mampu menempatkan diri dan menyelami perasaan bawahannya.
Semoga suatu saat saya bisa menjadi seperti itu
Sabtu, 07 April 2012
Saya (bukan) Cina
X:mbk imlek besok pulang ke sidoarjo??
Me : #dieeeeng!?%?!#
Itu bukan pertanyaan yang pertama, tp tetap menakjubkan bagi saya. Bagaimana manusia jawa setulen ini dengan logat super duper medhok bisa berkali-kali dikira cina ya?? Yg perlu digarisbawahi dan dicetak tebal adalah berkali-kali.. Jadi bukan karena disorientasi penilaian identitas seseorang saja lho..
Kakak saya bahkan mengalami stigma tersebut hampir disepanjang hidupnya,bahkan sampai saat ini ketika kulit putih nya itu berubah jadi coklat matang terbakar matahari..
Dan ketika saya duduk di depan cermin salon di samping seorang perempuan keturunan tionghoa, wow wajah kita setype ya..pipit bulat, mata sipit, hidung mungil (kata lain dari pesek).
Yaa...okelah...sapa tau dengan modal tampang ini besok-besok bisa dapat murah belanja di pasar atom :D
brand & jati diri
2 minggu lalu, sebuah "mukjizat" perjalanan dinas membawa saya menuju kota kelahiran saya selama 1 minggu lamanya. Pergi ke kota besar takkan sempurna bagi saya (dan jg yg lain) tanpa membeli barang kebutuhan yang tak tersedia dalam harga murah di tempt domilisi saya.
Maka dengan melirik dompet saya yang telah sobek sana sini, saya memutuskan untuk bertandang ke Tanggulangin. Sebuah kecamatan di sidoarjo yang terkenal sebagai sentra kerajinan tas dan koper berbahan kulit. Terkenal, paling tidak sebelum bencana konyol buatan manusia itu melanda kota kelahiran saya ini.
Anyway, beberapa toko saya masuki untuk mensurvey berbagai dompet, mulai dari yg besar, kecil, bermerk guess, gucci, hermes sampe LV. Yaa...bahkan nenek-nenek bermata rabun pun bisa tau bahwa ini cuma barang-barag imitasi alias kw, dan yang paling ironis adalah saya hampir putus asa demi mencari sebuah dompet tanpa embel-embel berbagai brand ternama itu.
Di tengah kekalutan, pilihan saya pun akhirnya jatuh pada sebuah dompet kulit asli berwarna hitam seharga 80rb bermerk imperial. Dan saya bangga memakainya.
Kamis, 15 Maret 2012
Mengemiskan Manusia
Anyway...secara resmi saya adalah seorang tukang insinyur yang coba-coba belajar soal ekonomi, jadi ya..saya gak benar-benar mengerti juga dengan kondisi perekonomian indonesia, yang saya tau hanya tingkat inflasi Indonesia yang rendah menurut BPS dan pergerakan harga minyak dunia yang katanya sudah mulai stabil dibandingkan dengan tahun lalu.
Dengan asumsi data-data itu benar, agak kurang masuk akal memang kenaikan harga premium sebesar Rp. 1.500 ini. Tapi yaaa...sudahlah...mau teriak-teriak di perempatan jalan, depan gedung DPR, atau Istana Negara sekalipun tidak akan mempengaruhi kebijakan yang tinggal menghitung hari ini.
Okelaaah...tenaaang...kenaikan ini ada kompensasinya....Daaaan....kompensasinya adalah BLT (Bantuan Langsung Tunai). Program pemerintah era SBY yang menurut saya sangat konyol dan paling gak manusiawi yang pernah diluncurkan tahun 2006 dan 2008 lalu. Saya kira pemerintah sudah insyaf dari kekonyolannya, tapi ternyata belum. Mungkin mereka lupa dengan pepatah jaman SD dulu bahwa "tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah". Tidak miriskah mereka bila melihat ratusan rakyat Indonesia ini tiba-tiba beralih menjadi pengemis yang mengantri sedekah pemerintah?? Belum lagi dengan orang-orang yang "mendadak" sok miskin, yang ikutan ngantri juga..
Mungkiin...bagi-bagi duit macam robin hood itu lebih simple kali yaa...ketimbang memperbaiki kualitas pendidikan dan kesehatan yang murah, pembangunan infrastruktur daerah, menciptakan lapangan kerja atau sederet program lain lah..yang meningkatkan harkat dan derajat rakyat Indonesia, dibandingkan program peningkatan jumlah pengemis Indonesia...
Saya jadi ingat satu judul reality show yang ditayangkan televisi lokal favorit saya, acara tersebut berjudul "Ojo Ngemis Po'o Rek" yang memberi modal usaha kepada pengemis di jalanan Kota Surabaya. Sepertinya produser reality show tersebut tidak lupa membawa otak dan hatinya dalam bekerja, tidak seperti Anggota DPR dan Bapak Presiden kita tercinta :)
Kamis, 22 Desember 2011
Cerita Perjalanan
Cerita biasanya dimulai dari sesorang yang duduk di sebelah saya di pesawat, atau di bandara, atau bisa juga dari sopir taksi. Cerita-cerita luar biasa yang bisa membuka cakrawala pengetahuan bahkan menyadarkan tentang kerasnya kehidupan
Ada seorang ibu pegawai negeri sipil dengan 2 orang anak yang berkata pada saya, "Bener mbak, gak usah buru-buru nikah, nikmatin aja dulu masa muda", kata-kata yang muncul setelah saya menjawab pertanyaannya tentang umur dan status. Istimewa, karena 1 jam sebelumnya saya dinasehati untuk cepat menikah oleh istri teman saya.
Ada juga seorang pengusaha keturunan tionghoa, yang dengan keras mengingatkan saya untuk tidak membuka seat belt di pesawat jika dalam keadaan duduk, karena pengalamannya ketika mengalami turbulensi hebat hingga mampu membuat pecah kepala penumpang yang tidak memakai seat belt. Serem yaa...
Atau seorang bapak pekerja tambang, yang mengacungkan jempol kepada saya yang berani merantau jauh-jauh di Bontang tanpa sanak saudara ataupun famili. (Dalam hati sih, biasa aja kaleee....)
Dan yang paling unik adalah seorang sopir taksi yang membuat saya melupakan keruwetan lalu lintas Jakarta dengan ceritanya untuk berusaha keras berhenti jadi waria.
Itu hanya sekelumit, jika semuanya saya tulis dan terperinci mungkin sudah bisa jadi buku ber jilid-jilid. Yaa..pada dasarnya saya bukan orang yang ramah, bahkan terkesan ketus dan jutek dari luar, tapi banyak orang bercerita pada saya, mungkin sebagai salah satu media pembelajaran dari Tuhan kepada saya.
