Tiba-tiba saya menjadi bertanya apa tujuan saya bangun pagi hari ini?? lho.... aneh sih...kalau hari senin sampai jum'at ya pasti ngantor lah...Tapi inti pertanyaan nya menjadi lebih spesifik, untuk apa saya ke kantor hari ini??
Pastinya ya memang kerja, mencari rejeki, beribadah, lalu...... apa ya???
Bahkan ketika saya sampai di meja kantor saya, kegiatan pertama yang saya lakukan adalah mengambil laptop, menghidupkannya, cek email, lalu???eeeng...iing..eeng... blank...
saya bahkan hampir seperti amnesia dengan apa yang saya lakukan kemarin dan apa yang harusnya saya lakukan hari ini...
mungkin ini yang namanya "lack of motivation", dari hari ke hari yang menarik hanya menanti saat berencana akan cuti, liburan dan sebagainya...
Sebenernya ini ketakutan utama saya ketika memilih jalur karir yang agak melenceng dari track saya. Track disini maksudnya mind set waktu lulus dulu sebagai seorang sarjana Teknik Kimia tentunya. Sekarang sudah pasti tidak ada lagi namanya kinematika reaksi, hukum termodinamika, rumus-rumus reaktor, heat exchanger, apalagi nanoteknologi yang dulu pernah saya puja.. Berganti dengan laporan keuangan, negosiasi harga, kajian skema kerja sama operasi beserta dengan segala keruwetan birokrasi nya...OH MY...
Beda sekali rasanya ketika saya mengalami masa-masa berat sebagai peneliti saat skripsi atau saat kerja bakti setelah lulus dulu, rasanya ada semangat dan ide baru di setiap pagi saya membuka mata, meskipun saat itu saya jarang berlama-lama memejamkan mata alias kurang tidur.
Apakah saya sudah bosan, stuck atau lebih parahnya mengalami penurunan fungsi otak untuk berpikir?? owh....semoga saja tidak...
Semoga hanya sindrom "zona aman" saja...
Hm...trus penyembuhnya apa harus keluar dari zona aman???
Belajar memaknai hidup yang indah maupun yang sedih, karena "It always has to be dark for the stars to appear"
Selasa, 21 Juni 2011
Minggu, 05 Juni 2011
Pertanyaan...
Mengapa manusia diciptakan begitu rumit?
terlalu bnyak berangan
terlalu bnyak bermimpi
terlalu bnyak mempertanyakan
terlalu bnyak menggugat hal di luar kuasanya
aku misalnya..
Seandainya aku bukan wanita modern, mungkin aku tak perlu memikirkan sebuah aktualisasi diri, tak perlu memusingkan impian pencapaian diri atas dasar gelar ataupun materi
tapi seandainya aku bukanlah aku yang sekrng, apakah akan lebih membahagiakan?
dan seandainya manusia diciptakan dengan pemikiran yg lebih sederhana, apakah akan lebih mendamaikan?
Minggu, 29 Mei 2011
He is my brother
Hampir sekitar 24 tahun aku mengenalnya...
Temanku ngaji bersama
Temanku nonton Mc Gyver, The A team dan serial detektif lainnya
Temanku berantem pastinya
Musuhku memperebutkan lumpia dan segala kue bawaan mama dari sekolah
Sopirku yang siap mengantar jemputku di SMA
Dan belakangan jadi temaku beradu argumen tentang kehidupan
Meskipun diantara kami lebih banyak saling mengolok, becanda, saling beradu mulut yang khas anak kecil daripada pembicaraan di antara 2 orang dewasa. Dan dibalik sikap apatis dan cuek mu, Ak tau kau menyayangiku..begitu juga diriku.. Because you're my brother...
Temanku ngaji bersama
Temanku nonton Mc Gyver, The A team dan serial detektif lainnya
Temanku berantem pastinya
Musuhku memperebutkan lumpia dan segala kue bawaan mama dari sekolah
Sopirku yang siap mengantar jemputku di SMA
Dan belakangan jadi temaku beradu argumen tentang kehidupan
Meskipun diantara kami lebih banyak saling mengolok, becanda, saling beradu mulut yang khas anak kecil daripada pembicaraan di antara 2 orang dewasa. Dan dibalik sikap apatis dan cuek mu, Ak tau kau menyayangiku..begitu juga diriku.. Because you're my brother...
Senin, 23 Mei 2011
Pada Suatu Malam
"Hidup adalah masalah... Kalau gak ingin punya masalah ya jangan hidup"
Malam itu di Cafe tempat biasa kita bertemu, di tempat yang agak tersembunyi menghadap langsung ke jalanan kota tempat kita dibesarkan, kau berkata hal itu. Kau hanya mendengarku bicara atau mungkin lebih tepatnya menangis sejadi-jadinya, tanpa menghakimi, tanpa banyak berkomentar, hanya mendengar sambil menatap jauh ke mataku..
Kau memintaku mengeluarkan semua air mata kepedihanku tanpa berkata "sudah jangan menangis lagi.."
Dan kau pula yang mengajarkanku rasanya kehilangan hal yang hampir kugenggam..
Sungguh dimanapun kau berada sekarang, aku butuh saat seperti malam itu bersamamu
Ak butuh mengeluarkan semua air mataku dan segala keegoisanku tanpa perlu berpura-pura menjadi perempuan bermental baja, bermuka manis, dan berhati malaikat
Malam itu di Cafe tempat biasa kita bertemu, di tempat yang agak tersembunyi menghadap langsung ke jalanan kota tempat kita dibesarkan, kau berkata hal itu. Kau hanya mendengarku bicara atau mungkin lebih tepatnya menangis sejadi-jadinya, tanpa menghakimi, tanpa banyak berkomentar, hanya mendengar sambil menatap jauh ke mataku..
Kau memintaku mengeluarkan semua air mata kepedihanku tanpa berkata "sudah jangan menangis lagi.."
Dan kau pula yang mengajarkanku rasanya kehilangan hal yang hampir kugenggam..
Sungguh dimanapun kau berada sekarang, aku butuh saat seperti malam itu bersamamu
Ak butuh mengeluarkan semua air mataku dan segala keegoisanku tanpa perlu berpura-pura menjadi perempuan bermental baja, bermuka manis, dan berhati malaikat
Hari ini...
Setelah lebih dari seminggu yang melelahkan, harapan duduk santai di Dash-7 menuju Bontang pun sirna..
terpaksa harus menjalani 6 jam lebih dalam perjalanan dengan mobil hingga jam 21.30
Sekarang harus duduk menghadapi permasalahan kantor yg ternyta menumpuk dengan kepala hingga pundak yg rasanya mau copot...
Ditambah permasalahan dengan orang diseberang sana yang sudah semakin runyam
Aaaaarrgggh....lagi-lagi hari ini aku ingin tidur panjaaaaang...dan berharap Hari ini cuma mimpi..
terpaksa harus menjalani 6 jam lebih dalam perjalanan dengan mobil hingga jam 21.30
Sekarang harus duduk menghadapi permasalahan kantor yg ternyta menumpuk dengan kepala hingga pundak yg rasanya mau copot...
Ditambah permasalahan dengan orang diseberang sana yang sudah semakin runyam
Aaaaarrgggh....lagi-lagi hari ini aku ingin tidur panjaaaaang...dan berharap Hari ini cuma mimpi..
Rabu, 04 Mei 2011
Antara Penyakit dan Berat Badan
Jam di kantor baru menunjukkan pukul 11.00 tapi otak saya rasanya sudah tidak kuasa untuk berpikir keras lagi, tidak lain dan tidak bukan adalah karena alarm bensin sudah menyala alias lapeeeer...
Ya ampuuun...padahal tadi pagi saya sudah melahap sepiring nasi dengan lauk udang saus tiram plus oseng sayuran..kenapa jam 11 sudah kelaparan????
Sungguh tidak ada lagi yang bisa saya perbuat untuk mengerem berat badan saya ketika penyakit maag ini sudah semakin menjadi.. Penyakit yang sudah saya "tekuni" sejak kelas 6 SD atau sekitar 12 tahun yang lalu..whatt??? separuh hidupku donk ya.... Jangankan diet, mengurangi sedikiiit saja porsi makan juga tidak bisa..bahkan saat puasa pun kepala ini rasanya berputar-putar
Dan saya sudah mulai "worry" ketika jarum timbngan sudah melewati angka 50..dan celana seragam sudah tidak nyaman lgi dipakai... duwwh...
ya...sudahlah...gendud..gendud dech... "Ben Lemu Sing Penting Sehat"
Ya ampuuun...padahal tadi pagi saya sudah melahap sepiring nasi dengan lauk udang saus tiram plus oseng sayuran..kenapa jam 11 sudah kelaparan????
Sungguh tidak ada lagi yang bisa saya perbuat untuk mengerem berat badan saya ketika penyakit maag ini sudah semakin menjadi.. Penyakit yang sudah saya "tekuni" sejak kelas 6 SD atau sekitar 12 tahun yang lalu..whatt??? separuh hidupku donk ya.... Jangankan diet, mengurangi sedikiiit saja porsi makan juga tidak bisa..bahkan saat puasa pun kepala ini rasanya berputar-putar
Dan saya sudah mulai "worry" ketika jarum timbngan sudah melewati angka 50..dan celana seragam sudah tidak nyaman lgi dipakai... duwwh...
ya...sudahlah...gendud..gendud dech... "Ben Lemu Sing Penting Sehat"
....
tulisan ini saya buat ketika saya terbaring di tempat tidur, waktu yang sangt tepat untuk merenung,berangan-angan atau kadang berkhayal ditemani suara nyanyian malam alias bunyi jangkrik tentunya...
Hal ini memang adalah kebiasaan saya sejak kecil, bedanya ketika saya kecil dulu ada seseorang yg mendengarkannya yaitu mama. Saya terbiasa menceritakan segala kejadian yang saya alami sambil berbaring berdua dengan mama,karena sampai saya sebesar ini pun saya masih suka tidur di kamar mama..
Dan ketika tempat tidur saya harus berpindah ke pulau sebrang seperti ini kebiasaan itu pun tergantikan oleh benda elektronik yaitu ponsel dengan tambahan 1 lagi pendengar setia
Yaah...bgtulah..bagi merka berdua mungkin saya seperti stasiun radio dengan penyiar tunggal. Tapi dr situ lah terkadang suatu impian dan harapan itu timbul, sebuah asa untuk memulai esok hari demi sebuah tujuan.
Dan ketika malam ini salah satu pendengar setia saya sedang masuk sore, dan yang satu lagi sedang tak enak badan, merenung dan melamun sampai mata ngantuk boleh juga...
selamat tidur...
Langganan:
Postingan (Atom)