Belajar memaknai hidup yang indah maupun yang sedih, karena "It always has to be dark for the stars to appear"

Selasa, 29 November 2011

Hidup itu..

Hidup itu bukan sekedar menanti badai berlalu
tapi Hidup itu bagaimana belajar menari dalam badai..

Hidup itu bukan sekedar mengikuti aliran air
tapi Hidup itu belajar mendayung menuju tempat yang dituju..

Meskipun ada kalanya badai ataupun arus tak bisa ditaklukan, paling tidak menjadi pemain jauh lebih menyenangkan dibandingkan menjadi seorang penonton

Rabu, 26 Oktober 2011

Wanita-Wanita Perkasa


Perkenalkanlah kami
kami adalah wanita-wanita perkasa
Wanita dengan jam terbang tinggi
Yang mungkin akan anda temui di 2 kota yg berbeda dalam 1 hari
Wanita pemegang kartu member exclusiv maskapai penerbangan.
Wanita dengan telpon selular yg berdering setiap 15 menit sekali
Wanita yang tidak mengenal jetlag ataupun yg sejenisnya

Tapi kami tetaplah wanita bung..
Wanita yang merindukan belaian kasih ayah bundanya..
Wanita yang butuh bermanja pada pasangnnya
wanita yang juga merintih hatinya mendengar tangisan kerinduan anaknya..

Ini bukan pilihan bung, bukan pula egoisme atau sekedar aktualisasi diri berlandas materi. Ini adalah tanggung jawab. 
Tanggung jawab yang bertemu dengan keinginan untuk beribadah di jalanNya 
Menjadi insan yang bermanfaat bagi orang lain atas dasar restu keluarga

NB: untuk srikandi-srikandi KSU, let's rock this world!!

Hari Bahagiamu

Seperti baru berlalu beberapa jam yang lalu..
ketika kau menceritakan sosok lelaki pujaanmu itu, lelaki yang luar biasa di matamu yang mampu membuatmu merangkaikan kembali penggalan cita-cita hidupmu. Lelaki yang besar di sudut lain kolong langit yang telah Tuhan tuliskan untuk menemanimu sampai akhir sisa hidupmu.

Ingat saat kita saling bercerita di keheningan malam sambil memandang langit-langit. Ada cerita cinta disana, ada tawa juga ada tangis, ada uraian tentang hidup, bahkan terkadang pertanyaan bagi Yang Kuasa..

Serasa baru kemarin pula..
Kita mencoba berbagai hal baru, lalu menertawakannya sendiri ketika gagal, atau memujinya sendiri ketika setengah berhasil.

Hari itu, tidak ada kata yang bisa terucap ketika melihatmu tersenyum dalam balutan kebaya yang paling indah. Senyummu berbeda dari biasanya, karena disisimu kini sudah ada lelaki itu.. Lelaki yang kehilangan salah satu tulang rusuknya untuk menciptakanmu, yang akan melengkapi candamu, dan menghilangkan gelisahmu.

Selamat berbahagia sahabatku.. teriring do'a yang tiada putus untuk pernikahanmu..

NB: teruntuk din, uy, na, cec, bul, beruntung bisa menjadi salah seorang saksi hari bahagia kalian...

Selasa, 04 Oktober 2011

Beauty is pain?? part #2

Krim pemutih, mungkin lebih cocok untuk menamakan krim yang saya dapat dari klinik kecantikan ini karena muka saya benar-benar menjadi putih, bahkan saya menjadi sedikit seram sendiri melihat muka sendiri di cermin. Seram karena efek pemutih yang didapat dalam waktu instan sering identik dengan kandungan hydroquinon alias mercuri. Bahkan seorang teman saya bercerita bahwa ada salah seorang temannya yang berhasil mengambil ekstrak hydroquinon dari krim klinik kecantikan itu.
Maka dengan kemantapan dan kebulatan tekat, saya menghentikan seluruh penggunaan krim-krim tersebut. Dan luar biasa ,jerawat langsung timbul banyak di wajah saya, dan yang paling parah di bagian leher dengan disertai rasa gatal. Tapi karena saya sudah bertekat, saya rela menjadi "si buruk rupa" dulu sambil mencoba memakai produk kosmetik-kosmetik yang ada di pasaran. Produk -produk itu saya kira cukup aman karena berada di bawah pengawasan BPOM, meskipun ragu juga dengan pengawasan yg dilakukan, ya sudahlah...di coba saja...
Jerawat di muka ya okelaah... tapi yang dileher kok jadi semakin banyak, besar-besar, memerah dan gatal ?? Maka saya pun datang ke dokter kulit satu-satunya di kota saya. Dan hasilnya dokter mengatakan itu diakibatkan oleh alergi, tanpa suatu kejelasan alergi apa yang dimaksud, bahkan ketika saya bercerita tentang pengalaman saya, ia hanya berkata, "ya...mungkin juga karena itu..."
Baeklaaah...saya anggap dia juga manusia biasa bukan Tuhan yang maha tau, obat yang diresepkan saya beli saja (untuk kali ini saya beli, karena tidak masuk tanggungan perusahaan). Setelah 1 minggu lebih wajah saya sudah masuk kategori "lumayan.." dan alergi yang di leher juga berangsur-angsur mulai berkurang, meskipun mungkin perlu 1 kali lagi periksa.

Yaah...Beauty is pain, saya akui itu, tapi jangan pernah mendzalimi tubuhmu lebih dari yang sanggup ia terima, karena hasilnya mungkin akan lebih buruk dari yang kita kira.

Kamis, 29 September 2011

Beauty is pain?? part #1

Perempuan dan keindahan memang erat kaitannya,apalagi jika berbicara soal kecantikan, perempuan manapun pasti tertarik dan rela merogoh koceknya atau bahkan kocek orang lain dalam-dalam. Maka dengan mengatasnamakan kecantikan itu lah muncul celah bisnis menggiurkan melaluispa, salon kecantikan, klinik perawatan kecantikan, dan juga klinik dokter kecantikan.

Maka karena saya terlahir sebagai seorang perempuan pastinya saya juga tertarik dengan hal yang berbau kecantikan donk... Dimulai ketika saya menginjak usia puber (tapi gk alay lho..), mulai ada bintik-bintik kecil yang gemesin di muka saya (jerawat). Berbagai kosmetik saya pakai hingga akhirnya saya tertarik pergi ke seorang dokter kulit yang mengkhususkan diri pada kecantikan. Dan mulai saat itu era "kekhilafan" saya terhadap muka dimulai....

Sekali datang sudah ada 3 krim dan 2 pembersih yang saya tenteng keluar. Reaksi pertama excited pastinya, penasaran pengen lihat seperti apa hasilnya. Dan memang berhasil jerawat hilang!! Puas sih, karena tujuan utama sudah tercapai... Tapi eits...tunggu dulu tidak sampai disitu, krim-krim itu jika saya pakai rutin membuat kulit saya terkelupas dan kemerah-merahan jika terkena sinar matahari. Dan saya pun memutuskan untuk tidak terlalu sering memakainya lagi... Akan tetapi ketika saya kembali ke dokter, si dokter bukannya menganggap itu sebagai kontraindikasi, tapi malah menyalahkan saya karena tidak memakainya tidak teratur sehingga tujuannya tidak tercapai...
Tujuan seperti apa ya..bingung juga...memangnya muka saya mau dijadiin apa ya sama dia??
Okelah...biarpun bingung gitu, saya tetap setia sampai sekitar 4 tahunan, meskipun selalu saja mendengar omelan dari sang dokter karena saya jarang datang control dan membeli krim-krim nya itu. Ya jelas gak beli karena sebagian memang sengaja tidak saya pakai dan muka saya baik-baik saja, justru kalau rajin dipakai malah jadi apa-apa.

OK...lama-lama saya menyerah.... karena omelannya, belum lagi antriannya yang panjang dan lama, maklum lah dia termasuk dokter kulit yang terkenal di kota saya. Atas dasar fleksibilitas pula, maka saya mencari klinik kecantikan yang punya cabang di banyak kota. Maklum lah...saya pindah ke pulau sebrang, dan rasanya kok sayang menghabiskan banyak waktu saat pulang kampung hanya untuk antri Dokter.
Saya memutuskan memilih sebuah klinik kecantikan yang cukup terkenal dan salah satu cabangnya tidak jauh dari rumah saya. Oiya selama saya beralih "vendor" ini, muka saya serasa kembali ke asal, eh bukan... tapi lebih jelek dari asal...(pembelaan dikiiit...) jadi kusam, jerawat mulai dari yang kecil sampai yang besar kompakan muncul di muka saya.

Perawatan pertama, pelayanan cukup menyenangkan dengan ruang tunggu yang nyaman dan luas, serta tidak memakan waktu lama. Saya iya..iya aja ketika ditawari perawatan ini dan itu, tapi ya...hasilnya agak sedikit shock ketika harus menggesekkan salah satu kartu saya karena uang cash yang ada di dompet gak cukup. Dalam hati berkata, "ono rego ono rupo..."

Tapi kemudian "rupo" yang saya maksudkan malah semakin tidak sesuai dari yang saya harapkan..

Selasa, 20 September 2011

hmmm....

Beberapa hari ini adalah ketika ada perasaan bahagia, kawatir, dan takut yang hadir bersamaan dan saling berebutan untuk membuncah di dalam dada...

Selasa, 06 September 2011

It won't kill us

Ajaib memang, melihatmu berdiri di depan pagar rumahku serasa bisa menghilangkan kegalauan yang menggunung selama berbulan-bulan.

Berbicara berdua denganmu sambil ditemani segelas coklat dingin  serasa mampu menegakkan kembali istana pasir bernama keyakinan yang hampir runtuh tersapu ombak.
Menatap matamu serasa mebuatku sanggup mencari cara apapun untuk bisa bersamamu lagi dan selamanya..

We believe that this long distance won't kill us..