Belajar memaknai hidup yang indah maupun yang sedih, karena "It always has to be dark for the stars to appear"

Selasa, 04 Oktober 2011

Beauty is pain?? part #2

Krim pemutih, mungkin lebih cocok untuk menamakan krim yang saya dapat dari klinik kecantikan ini karena muka saya benar-benar menjadi putih, bahkan saya menjadi sedikit seram sendiri melihat muka sendiri di cermin. Seram karena efek pemutih yang didapat dalam waktu instan sering identik dengan kandungan hydroquinon alias mercuri. Bahkan seorang teman saya bercerita bahwa ada salah seorang temannya yang berhasil mengambil ekstrak hydroquinon dari krim klinik kecantikan itu.
Maka dengan kemantapan dan kebulatan tekat, saya menghentikan seluruh penggunaan krim-krim tersebut. Dan luar biasa ,jerawat langsung timbul banyak di wajah saya, dan yang paling parah di bagian leher dengan disertai rasa gatal. Tapi karena saya sudah bertekat, saya rela menjadi "si buruk rupa" dulu sambil mencoba memakai produk kosmetik-kosmetik yang ada di pasaran. Produk -produk itu saya kira cukup aman karena berada di bawah pengawasan BPOM, meskipun ragu juga dengan pengawasan yg dilakukan, ya sudahlah...di coba saja...
Jerawat di muka ya okelaah... tapi yang dileher kok jadi semakin banyak, besar-besar, memerah dan gatal ?? Maka saya pun datang ke dokter kulit satu-satunya di kota saya. Dan hasilnya dokter mengatakan itu diakibatkan oleh alergi, tanpa suatu kejelasan alergi apa yang dimaksud, bahkan ketika saya bercerita tentang pengalaman saya, ia hanya berkata, "ya...mungkin juga karena itu..."
Baeklaaah...saya anggap dia juga manusia biasa bukan Tuhan yang maha tau, obat yang diresepkan saya beli saja (untuk kali ini saya beli, karena tidak masuk tanggungan perusahaan). Setelah 1 minggu lebih wajah saya sudah masuk kategori "lumayan.." dan alergi yang di leher juga berangsur-angsur mulai berkurang, meskipun mungkin perlu 1 kali lagi periksa.

Yaah...Beauty is pain, saya akui itu, tapi jangan pernah mendzalimi tubuhmu lebih dari yang sanggup ia terima, karena hasilnya mungkin akan lebih buruk dari yang kita kira.

Kamis, 29 September 2011

Beauty is pain?? part #1

Perempuan dan keindahan memang erat kaitannya,apalagi jika berbicara soal kecantikan, perempuan manapun pasti tertarik dan rela merogoh koceknya atau bahkan kocek orang lain dalam-dalam. Maka dengan mengatasnamakan kecantikan itu lah muncul celah bisnis menggiurkan melaluispa, salon kecantikan, klinik perawatan kecantikan, dan juga klinik dokter kecantikan.

Maka karena saya terlahir sebagai seorang perempuan pastinya saya juga tertarik dengan hal yang berbau kecantikan donk... Dimulai ketika saya menginjak usia puber (tapi gk alay lho..), mulai ada bintik-bintik kecil yang gemesin di muka saya (jerawat). Berbagai kosmetik saya pakai hingga akhirnya saya tertarik pergi ke seorang dokter kulit yang mengkhususkan diri pada kecantikan. Dan mulai saat itu era "kekhilafan" saya terhadap muka dimulai....

Sekali datang sudah ada 3 krim dan 2 pembersih yang saya tenteng keluar. Reaksi pertama excited pastinya, penasaran pengen lihat seperti apa hasilnya. Dan memang berhasil jerawat hilang!! Puas sih, karena tujuan utama sudah tercapai... Tapi eits...tunggu dulu tidak sampai disitu, krim-krim itu jika saya pakai rutin membuat kulit saya terkelupas dan kemerah-merahan jika terkena sinar matahari. Dan saya pun memutuskan untuk tidak terlalu sering memakainya lagi... Akan tetapi ketika saya kembali ke dokter, si dokter bukannya menganggap itu sebagai kontraindikasi, tapi malah menyalahkan saya karena tidak memakainya tidak teratur sehingga tujuannya tidak tercapai...
Tujuan seperti apa ya..bingung juga...memangnya muka saya mau dijadiin apa ya sama dia??
Okelah...biarpun bingung gitu, saya tetap setia sampai sekitar 4 tahunan, meskipun selalu saja mendengar omelan dari sang dokter karena saya jarang datang control dan membeli krim-krim nya itu. Ya jelas gak beli karena sebagian memang sengaja tidak saya pakai dan muka saya baik-baik saja, justru kalau rajin dipakai malah jadi apa-apa.

OK...lama-lama saya menyerah.... karena omelannya, belum lagi antriannya yang panjang dan lama, maklum lah dia termasuk dokter kulit yang terkenal di kota saya. Atas dasar fleksibilitas pula, maka saya mencari klinik kecantikan yang punya cabang di banyak kota. Maklum lah...saya pindah ke pulau sebrang, dan rasanya kok sayang menghabiskan banyak waktu saat pulang kampung hanya untuk antri Dokter.
Saya memutuskan memilih sebuah klinik kecantikan yang cukup terkenal dan salah satu cabangnya tidak jauh dari rumah saya. Oiya selama saya beralih "vendor" ini, muka saya serasa kembali ke asal, eh bukan... tapi lebih jelek dari asal...(pembelaan dikiiit...) jadi kusam, jerawat mulai dari yang kecil sampai yang besar kompakan muncul di muka saya.

Perawatan pertama, pelayanan cukup menyenangkan dengan ruang tunggu yang nyaman dan luas, serta tidak memakan waktu lama. Saya iya..iya aja ketika ditawari perawatan ini dan itu, tapi ya...hasilnya agak sedikit shock ketika harus menggesekkan salah satu kartu saya karena uang cash yang ada di dompet gak cukup. Dalam hati berkata, "ono rego ono rupo..."

Tapi kemudian "rupo" yang saya maksudkan malah semakin tidak sesuai dari yang saya harapkan..

Selasa, 20 September 2011

hmmm....

Beberapa hari ini adalah ketika ada perasaan bahagia, kawatir, dan takut yang hadir bersamaan dan saling berebutan untuk membuncah di dalam dada...

Selasa, 06 September 2011

It won't kill us

Ajaib memang, melihatmu berdiri di depan pagar rumahku serasa bisa menghilangkan kegalauan yang menggunung selama berbulan-bulan.

Berbicara berdua denganmu sambil ditemani segelas coklat dingin  serasa mampu menegakkan kembali istana pasir bernama keyakinan yang hampir runtuh tersapu ombak.
Menatap matamu serasa mebuatku sanggup mencari cara apapun untuk bisa bersamamu lagi dan selamanya..

We believe that this long distance won't kill us..

Selasa, 23 Agustus 2011

Apabila cinta memanggilmu, ikutilah dia walaupun jalannya berliku-liku
Dan apabila sayapnya memelukmu pasrahlah... menyerahlah...
Walaupun pedang tersembunyi di sela sayapmu itu melukaimu...
(Kahlil Gibran)
 

Minggu, 21 Agustus 2011

3 Tahun Berlalu

Di suatu weekend yang menjemukan, setelah berkutat dengan angka-angka di Microsoft Excel, saya rehat sejenak dan iseng-iseng membuka file-file lama yang tersisa di Hard Disk. Saya tertarik pada sebuah folder berjudul “File2 Kuliah”, di dalamnya berisi file pra desain pabrik, skripsi, kerja praktek, juga beberapa CV dan Application Letter dengan berbagai nama perusahaan (hahahahaha... itu nama-nama perusahaan yang tidak beruntung yang telah menolak saya).
Saya membuka folder “Skripsi” yang ada di paling atas dan membacanya mulai dari abstrak saja.  Alamaaak... Arogel, metode sol gel,  agen pemodifikasi??? Apa ya itu??? Hehehehe...  Saya sengaja tidak melanjutkan ke bab selanjutnya, takutnya otak saya jadi overload, nanti malah lupa sama evaluasi kerja sama operasional yang sedang saya kerjakan dari kemarin.
Oke, berpindah ke folder selanjutnya judulnya “Pabrik buat Pak Heru”, pabrik Amoniak dari Batubara yang bakal langsung ambruk kalau didirikan sesuai desain saya. Hehehehe...ya wajar lah..yang ngerjain juga 2 orang  lulusan SMA waktu itu. Saya buka analisa ekonomi-nya saja karena paling tidak istilah-istilanya masih saya geluti sampai sekarang. Ternyata masih sama terkejutnya saya dengan asumsi-asumsi yang dulu pernah saya buat untuk estimasi berbagai biaya yang sepertinya kok agak dramatis ya?? Bahkan ada juga yang  sangat minim. Selain itu ada juga grafik-grafik dan persamaan-persamaan untuk penentuan konstanta yang saya gak ngerti maksudnya. Lhoo????
Lucu memang, saya buka semuanya sekilas satu-per satu sambil senyum-senyum kecil. Dulu kedua item itu adalah permasalahan terbesar dalam tahun terakhir perkuliahan saya. Tapi sekarang setelah baru 3 tahun berlalu saya bahkan lupa judul lengkap skripsi saya. Kira-kira apa ya yang tertinggal di memori saya dari 4 tahun perkuliahan saya di kampus tercinta?? Selain pacar (karena sekarang masih sama), sahabat-sahabat yang luar biasa, plasa tekim, bangku taman, harga nasi campur Bu Tomo Rp 2.500 dengan lauk ayam, harga bakso setiap itemnya Rp. 500, soto pengenceran dan es teh recycle Mak Yaud, lab Nano di pojokan lt. 4, lab Elkim yang seperti rumah hantu. Semuanya serba intermezo atau hanya pengiring dari perjalanan 4 tahun itu.
Bagaimana dengan Transfer momentum, Termodinamika, Teknik Reaksi Kimia, Desain Proses dan yang lainnya??? Ya tentu saja satu jawabnya, “Sudah  lupaa tuh”

Jumat, 12 Agustus 2011

Perpisahan yang (Tak) Menyedihkan

In each tear
there’s a lesson, (there’s a lesson)
Make you wiser than before ( wiser)
Makes you stronger than you know (stronger)
In each tear (each tear)
Bring you closer to your dreams
No mistake, no heartbreak
Can take away what your meant to be

Mary J Blige-Each Tears

This is the way you left me,
I'm not pretending.
No hope, no love, no glory, No Happy Ending.
This is the way that we love, Like it's forever.
Then live the rest of our life, But not together.

Mika- Happy Ending

kedua lagu favorit saya tersebut menceritakan kisah yang relatif sama, tentang perpisahan. Tetapi berbeda dengan lagu-lagu yang lain  yang menimbulkan atmosfer yang mendayu-dayu dan syair serta aransemen musik yang menyayat hati, kedua lagu ini justru dengan irama yang sedikit nge-beat. Syairnya juga lebih menyayat perasaan menurut saya, karena menceritakan sebuah perpisahan yang dihadapi dengan optimisme dan lapang dada. Mungkin jika divisualisasikan seperti seseorang yang sedang meneteskan air mata sambil tersenyum dan berkata, "Aku merelakanmu pergi.."
Perpisahan dengan siapa pun dengan alasan apapun dan dalam kondisi apapun pasti relatif mengecewakan, Kerelatifannya bergantung pada suatu komponen hati yang amat sangat dicapai yaitu Ikhlas. Menurut saya mengikhlaskan kepergian seseorang adalah fungsi koordinasi yang amat kompleks antara hati dan pikiran yang bahkan manusia dengan tingkat ketakwaan yang tinggi terhadap Tuhan YME pun belum tentu dapat mengaplikasikannya.
yang pergi biarlah pergi...karena yang pergi memang bukan yang abadi...
yang abadi tidak akan pernah pergi, karena Ia selalu ada dalam hati..

Happy Fasting