Belajar memaknai hidup yang indah maupun yang sedih, karena "It always has to be dark for the stars to appear"

Rabu, 06 Juli 2011

We can

Karena hidup adalah pilihan, maka aku memilih untuk berjuang bersamamu...
Menegakkan kepala dan memandang positif segala kemungkinan
Niscaya tidak ada sesuatu hal pun di dunia ini yang tidak mungkin.
 WE CAN MAKE IT HAPPEN

Jumat, 01 Juli 2011

Orang Miskin Dilarang Sekolah

Belakangan  saya dikejutkan oleh beberapa fakta yang mencengangkan dari dunia pendidikan di negeri kita tercinta ini, entah apakah saya yang kurang informasi atau memang ini sudah dianggapa "biasa"

Pertama:
Beberapa saat yang lalu obrolan di sebuah milist alumni SMA tempat dulu saya belajar sedang ramai membicarakan tentang SPP yang nominalnya  sudah mencapai Rp. 200.000. Nilai itu jauh lebih mahal dari jaman saya bersekolah disana. Status RSBI pastinya jadi satu-satunya alasan nominal SPP yang bernilai internasional tersebut. Dan betapa lebih terkejutnya saya ketika tadi malam saya berbincang-bincang dengan ibu saya yang masih berstatus guru SMA, bahwa sekarang sudah tidak ada SMA yang SPP dibawah 100 rb bahkan untuk sekolah negeri pinggiran ecek-ecek sekalipun...

Kedua:
Salah seorang adik sepupu saya saat ini sedang duduk di kelas 2 SMA dan berasal dari keluarga yang kurang mampu, sekarang kakaknya sedang menempuh kuliah di semester 4 dan biayanya gotong-royong ditanggung keluarga besar kami. Pastinya akan sangat berat ketika si adik akan menempuh kuliah pula. Maka saya pun memulai mencari informasi beasiswa ataupun jalur penerimaan masuk PTN dengan biaya yang paling rendah. Rujukan saya pastinya di alumni tercinta donk yang dulunya digembar-gemborkan sebagai kampus perjuangan, apalagi adik saya tadi juga berminat mengambil jurusan teknik. Keterkejutan saya yang pertama adalah tentang daya tampung mahasiswa dari jalur SNMPTN ujian tulis hanya sekitar kurang lebih 30% dari total mahasiswa keseluruhan, itu sih sudah biasa sebenarnya mengingat saat saya masih kuliah dulu saja penerimaan dr SNMPTN (dulu SPMB) pernah mencapai hanya 50% saja. Keterkejutan yang lebih fantastis lagi adalah ketika membaca nominal SPI, atau gampangnya uang pangkal yang tertulis Rp 5 juta dengan dibelakangnya ada tulisan "minimal" yang dicetak tebal. Bahkan di sebuah harian nasional tertulis bahwa SPI ini bisa mencapai Rp. 40 jta-Rp. 100 jta disesuaikan dengan jurusan dan tingkat penghasilan orang tua.

untuk kasus pertama, hal yang sebenarnya ingin saya tanyakan apa sih fungsi sekolah RSBI? apakah hal tersebut menjamin lulusannya benar-benar berstandard internasional? ataukah cuma berkelas internasional dalam hal contek masal dan kalau sudah dewasa mahir dalam konspirasi penggelapan uang negara, pemalsuan dokumen negara, dan kemudian kabur menjadi buronan internasional?

untuk kasus kedua, apa sih sebenarnya SNMPTN? Saya baru tahu bahwa ganti-ganti nama ternyata juga merubah sasaran, dahulu semua orang mulai dari anak tukang becak sampai anak Jendral boleh ikut dengan kompetisi yang fair dengan sumbangan yang "pantas" untuk sebuah  kampus perjuangan yang mampu mewujudkan mimpi-mimpi "From Zero to Hero". Tapi sekarang??
Memang ada banyak sekali beasiswa yang ditawarkan, mulai dari yang Beasiswa Bidik Misi yang ditawarkan Dirjen DIKTI sampai yang ditawarkan pihak swasta. Tapi sepertinya  hanya mereka yang berotak "Super" saja yang bisa menembusnya karena pasti kita sudah tau donk berapa jumlah penduduk miskin di Indonesia jika dibandingkan dengan kuota penerimaan beasiswa, itu belum termasuk dengan penduduk yang "mendadak" memiskinkan diri. Jadi buat calon peserta didik yang berotak lumayan, standard atau diatas rata-rata saja tetapi memiliki kemampuan ekonomi yang lemah, lebih baik kubur saja keinginannya untuk kuliah dan segera bersiap-siap jadi TKI atau buruh tenaga kerja murahan.

Benar juga kalau jaman sudah berbalik, berbalik kembali seperti era penjajahan dulu. Jaman dimana hanya anak pejabat, saudagar dan golongan ningrat saja yang boleh bersekolah. Bedanya dulu kita dikekang agar tidak berkembang oleh bangsa lain, tapi sekarang kita justru dikekang oleh bangsa kita sendiri...

Alangkah lucunya negeri ini....

Minggu, 26 Juni 2011

Merindukannya (selalu)

Malam minggu yang cukup ramai, pukul 9 malam, suara marching band yang kabarnya pernah menyabet 5x juara grand prix itu mash nyaring terdengar berulang-ulang menyuarakan lagu yg sma.. Tak mau kalah bersaing dengan bunyi nyanyian alam bercampur dengan bunyi kemeriahan expo yg lebh mirip pasar malam.

Sedikt banyak kali ini bunyi-bunyian itu cukup mengganggu karena kepalaku sedang didera pusing berat hingga memaksa ku berbaring di peraduan sesore ini. Sambil mendengarkan musik berirama mellow dari headset, aku mencoba memejamkan mata. Iseng-iseng ak mencoba membayangkan wajahnya... Sejenak...dan.. Ya Tuhan...ak tak bisa membayangkan wajahnya...

Entah sudah berapa lama aku tak menggenggam tangannya, tak makan bersamanya, apalagi bercerita smbil menatap matanya..

Malam ini, dan seperti halnya malam-malam biasanya..ak sangat merindukannya..

Selamat bekerja bos...aku percaya kita pasti bisa melewati ujian praktikum hidup kita yang  melelahkan ini..

Selasa, 21 Juni 2011

It's Time to Cook

Saya gampang bosan dengan makanan...apalgi dengan variasi makanan di Bontang yang itu-itu saja (berasa sudah pernah saya jelajahi semuanya). Dan jadinya untuk menanggulangi permasalahan rutin saya itu, jalan satu-satunya ya menyalurkan bakat "ala Chef" saya yang mayoritas bersama teman Puring 5
dan kalau hasilnya good looking, biasanya pasti difoto dan dikirim lah ke Cilegon yang lagi belajar masak tahu-tempe-telor, siapa tahu bisa dia jadikan inspirasi...
 yang ini judulnya oseng mania, oseng cumi + oseng sayuran




oops...ketahuan klo porsi nasinya banyak ...ini jg simpel sih cma chicken teriyaki + sayur pakis

ini sih sop biasa aja...tapi saya suka perpaduan warnanya
yang ini selera londho... macharoni schotel namanya
ini brownies lho...bukan donat...dan ini brownies pertama yang saya buat bersama Bul...
baronang bakar...simpel tapi yummy
ini yang agak complicated, chicken steak... complicated karena belum lihai bikin fillet ayam dan harus putar otak mencari bahan saus yg ada di bontang

sekian galeri master chef saya semoga bikin ngiler....
mari masak...






Sendiri

Sendiri itu indah..
Sendiri itu mengilhami
dulu aku membencinya, tapi kini aku menikmatinya..
Menjadi keseluruhan bagian dalam diriku tanpa ada yg dtitambahkan atau dikurangi..
Tanpa ada yg harus ditutupi atau terlalu diumbar..
Ternyata begitu nyaman..
Satu hal yg pelajaran yg pasti, kebiasaan hanyalah sekedar kebiasaan,semakin lama seiring berjalannya waktu semua juga pasti terlupakan..
Yang paling menyenangkan hanyalah sendiri bersama dirimu sendiri..

Me and My Motivation

Tiba-tiba saya menjadi bertanya apa tujuan saya bangun pagi hari ini?? lho.... aneh sih...kalau hari senin sampai jum'at ya pasti ngantor lah...Tapi inti pertanyaan nya menjadi lebih spesifik, untuk apa saya ke kantor hari ini??
Pastinya ya memang kerja, mencari rejeki, beribadah, lalu...... apa ya???
Bahkan ketika saya sampai di meja kantor saya, kegiatan pertama yang saya lakukan adalah mengambil laptop, menghidupkannya, cek email, lalu???eeeng...iing..eeng... blank...
saya bahkan hampir seperti amnesia dengan apa yang saya lakukan kemarin dan apa yang harusnya saya lakukan hari ini...
mungkin ini yang namanya "lack of motivation", dari hari ke hari yang menarik hanya menanti saat berencana akan cuti, liburan dan sebagainya...
Sebenernya ini ketakutan utama saya ketika memilih jalur karir yang agak melenceng dari track saya. Track disini maksudnya mind set waktu lulus dulu sebagai seorang sarjana Teknik Kimia tentunya. Sekarang sudah pasti tidak ada lagi namanya kinematika reaksi, hukum termodinamika, rumus-rumus reaktor, heat exchanger, apalagi nanoteknologi yang dulu pernah saya puja.. Berganti dengan laporan keuangan, negosiasi harga, kajian skema kerja sama operasi beserta dengan segala keruwetan birokrasi nya...OH MY...
Beda sekali rasanya ketika saya mengalami masa-masa berat sebagai peneliti saat skripsi atau saat kerja bakti setelah lulus dulu, rasanya ada semangat dan ide baru di setiap pagi saya membuka mata, meskipun saat itu saya jarang berlama-lama memejamkan mata alias kurang tidur.

Apakah saya sudah bosan, stuck atau lebih parahnya mengalami penurunan fungsi otak untuk berpikir?? owh....semoga saja tidak...

Semoga hanya sindrom "zona aman" saja...
Hm...trus penyembuhnya apa harus keluar dari zona aman???

Minggu, 05 Juni 2011

Pertanyaan...

Mengapa manusia diciptakan begitu rumit?
terlalu bnyak berangan
terlalu bnyak bermimpi
terlalu bnyak mempertanyakan
terlalu bnyak menggugat hal di luar kuasanya

aku misalnya..
Seandainya aku bukan wanita modern, mungkin aku tak perlu memikirkan sebuah aktualisasi diri, tak perlu memusingkan impian pencapaian diri atas dasar gelar ataupun materi

tapi seandainya aku bukanlah aku yang sekrng, apakah akan lebih membahagiakan?

dan seandainya manusia diciptakan dengan pemikiran yg lebih sederhana, apakah akan lebih mendamaikan?